Langsung ke konten utama

Konsep Dasar Algoritma Pemrograman Dasar

Tentu saja! Saya, Bli Pur, akan melanjutkan kisah tentang konsep dasar algoritma pemrograman dasar dengan fokus pada tiga pilar utama dan cara penulisannya. Ini adalah fondasi yang wajib dikuasai sebelum menyentuh baris kode apa pun.


🧭 Konsep Dasar Algoritma Pemrograman Dasar

Inti dari algoritma pemrograman adalah logika dan urutan yang terstruktur untuk memecahkan suatu masalah. Algoritma berfungsi sebagai jembatan antara masalah di dunia nyata dan solusi yang dapat dikerjakan oleh komputer.

1. Definisi dan Tujuan Utama

Secara ringkas, algoritma adalah serangkaian langkah-langkah yang logis, sistematis, dan terbatas untuk menyelesaikan masalah.

Tujuan Algoritma yang Baik:

  • Benar (Correctness): Algoritma harus menghasilkan output yang benar dan sesuai dengan input yang diberikan.

  • Efisiensi (Efficiency): Algoritma harus dapat menyelesaikan masalah dalam waktu yang wajar dan menggunakan sumber daya (memori) seminimal mungkin.

  • Keterbacaan (Readability): Langkah-langkahnya harus jelas, tidak ambigu, dan mudah dipahami oleh programmer lain.

2. Tiga Struktur Dasar Algoritma (Konstruksi Logika)

Setiap algoritma, sekecil apa pun, dibangun dari kombinasi tiga struktur dasar ini:

StrukturKonsepPenjelasanIlustrasi Sederhana
1. Sekuensial (Runtutan)➡️MelakukanLangkah-langkah dieksekusi satu per satu, secara berurutan, dari awal hingga akhir. Tidak ada lompatan atau pengulangan.Menghitung luas persegi panjang: 1.Baca panjang. 2. Baca lebar. 3. Hitung luas = panjang × lebar. 4. Cetak luas.
2. Percabangan (Selection)🚦MemilihInstruksi dieksekusi berdasarkan suatu kondisi. Jika kondisi benar (True), jalur A diambil; jika salah (False), jalur B diambil (struktur IF-THEN-ELSE).Jika suhu  30°C, Maka pakai baju tipis, Selainnya (Else) pakai jaket.
3. Pengulangan (Looping)🔄MengulangSekumpulan instruksi dieksekusi berulang-ulangselama atau sampai suatu kondisi terpenuhi.Ulangi (hitung dan cetak) nilai i mulai dari 1 sampai 10.

📝 Teknik Penulisan Algoritma Dasar

Karena algoritma harus terlepas dari bahasa pemrograman (agar dapat diimplementasikan di C++, Python, Java, dsb.), kita menggunakan dua metode utama untuk merepresentasikannya:

1. Pseudocode (Kode Semu)

  • Apa itu? Cara menulis algoritma yang menggunakan bahasa mirip Inggris atau Indonesia yang sederhana, dicampur dengan istilah-istilah pemrograman (seperti READIFWHILEPRINT).

  • Tujuannya? Sebagai rancangan blueprint yang dapat dipahami manusia, sebelum diterjemahkan menjadi kode program yang sebenarnya.

Contoh Pseudocode (Algoritma Menghitung Rata-rata 3 Bilangan):

// Judul: Algoritma HitungRataRata
// Deskripsi: Menghitung rata-rata dari tiga bilangan bulat.

DEKLARASI:
  bil1, bil2, bil3 : integer
  rata_rata : real

ALGORITMA:
  READ bil1
  READ bil2
  READ bil3
  
  // Proses perhitungan
  jumlah = bil1 + bil2 + bil3
  rata_rata = jumlah / 3
  
  PRINT "Rata-rata dari ketiga bilangan adalah: ", rata_rata

2. Flowchart (Diagram Alir)

  • Apa itu? Representasi visual (gambar) dari aliran logika algoritma menggunakan simbol-simbol standar.

  • Tujuannya? Membantu memvisualisasikan alur kerja program, terutama untuk algoritma yang kompleks dengan banyak percabangan.

Simbol Flowchart Dasar:

SimbolNamaFungsi
TerminatorMenandakan Awal (Start) atau Akhir (End) dari algoritma.
Input/OutputMenandakan proses masukan (Input) atau keluaran (Output) data.
ProcessMenandakan proses perhitungan atau instruksi yang dilakukan.
DecisionMenandakan percobaan atau pengambilan keputusan (IF-THEN-ELSE).
Arrow/FlowlineMenunjukkan arah aliran dari algoritma.

Dengan menguasai tiga struktur dasar ini dan cara menuliskannya dalam Pseudocode atau Flowchart, Anda telah meletakkan fondasi terkuat untuk menjadi seorang programmer sejati!


Apakah Anda ingin saya memberikan contoh Flowchart dari algoritma rata-rata di atas, atau kita beralih ke pembahasan tentang variabel dan tipe data?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Goyang Ebot: Fenomena Joget Viral yang Menghebohkan Dunia Maya

Apa Itu Goyang Ebot? Goyang Ebot adalah salah satu tren joget yang belakangan ini viral di media sosial. Joget ini terkenal karena gerakannya yang unik, energik, dan gampang ditiru. Banyak kreator konten di TikTok, Instagram, dan YouTube yang ikut meramaikan tren ini dengan membuat berbagai variasi gerakan Goyang Ebot. Asal-usul Goyang Ebot Tidak ada sumber pasti yang menyebutkan siapa pencipta pertama Goyang Ebot. Namun, tren ini dipopulerkan oleh beberapa kreator yang menampilkan gerakan khasnya, yaitu menggoyangkan bahu dan tangan secara sinkron dengan ekspresi wajah yang lucu. Nama "Ebot" sendiri diduga berasal dari plesetan nama seseorang atau sekadar istilah yang terdengar menarik dan mudah diingat. Kenapa Goyang Ebot Bisa Viral? 1. Gerakan Sederhana tapi Ikonik Goyang Ebot punya ciri khas gerakan yang mudah ditiru, sehingga siapa saja bisa ikut joget tanpa perlu skill menari tingkat tinggi. 2. Musik yang Catchy Biasanya, Goyang Ebot diiringi musik dengan beat cepat dan...

Menjadi Konten Kreator Tahun 2025

Halo, salam hangat dari meja kerja saya yang kini sedikit lebih rapi, meski tumpukan buku catatan fisik masih berserakan di sebelah tablet canggih ini. Saya Bli Pur. Jika kamu bertanya siapa saya, bayangkan seorang pria yang sudah ada di sana ketika internet masih berbunyi krek-ngiiing-krrkk saat hendak tersambung. Saya ada di sana ketika kita masih harus mengedit kode HTML secara manual hanya untuk menebalkan huruf di Blogspot. Saya ada di sana ketika kolom komentar adalah ruang tamu yang hangat, bukan arena gladiator penuh caci maki. Sekarang, kalender di dinding digital saya menunjukkan angka 2025. Dunia sudah berubah drastis. Dulu, menjadi "pembuat konten"—atau kami menyebutnya blogger—adalah tentang menyalin isi kepala ke dalam tulisan. Hari ini, di tahun 2025, menjadi konten kreator adalah sebuah pertarungan mempertahankan "jiwa" di tengah lautan algoritma dan kecerdasan buatan (AI). Izinkan Bli Pur bercerita sedikit tentang apa artinya menjadi kreator di tahu...

Senyumin Aja! Rahasia Kecil Hidup Lebih Berwarna Meski Badai Menerpa

Pernah nggak sih kamu merasa kok hidup gini-gini aja, atau malah banyak banget kurangnya? Padahal kalau dipikir-pikir, ada aja lho hal baik yang terjadi, cuma kadang mata kita terlalu fokus ke yang nggak ada. Iya kan? Kita sering banget lho, terjebak dalam lingkaran membandingkan diri sama orang lain, atau terus-terusan mengeluh soal macet, kerjaan numpuk, atau kuota internet yang tiba-tiba habis. Jujur aja deh! Nah, padahal, ada satu "obat" mujarab yang sering kita lupakan: bersyukur . Kedengarannya klise ya? Tapi tunggu dulu, ini bukan soal ceramah kok. Ini lebih tentang gimana sedikit mengubah lensa kacamata kita dalam melihat dunia. Aku mau cerita sedikit tentang Rina, bukan nama sebenarnya lho ya, cerita ini fiktif hanya untuk ilustrasi biar kamu kebayang. Rina ini tipikal anak muda milenial yang aktif, kerjanya di kantor swasta di Jakarta. Sekilas sih hidupnya baik-baik aja, tapi aslinya, Rina sering banget ngeluh. Tiap sore pulang kerja, dia udah mumet duluan mikirin m...